BRIN Kunjungi FP3 UNU Lampung, Dorong Sinergi Riset dan Inovasi Agrokompleks

Lampung — Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Peternakan (FP3) Universitas Nahdlatul Ulama Lampung menerima kunjungan perwakilan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda sosialisasi program dan kegiatan riset BRIN yang telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Melalui kegiatan tersebut, BRIN mendorong perguruan tinggi di Lampung untuk mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan riset dan inovasi, khususnya pada sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Dalam agenda kunjungan ke lima perguruan tinggi di Provinsi Lampung, UNU Lampung menjadi salah satu institusi yang diajak untuk menjajaki peluang kolaborasi penelitian. Kehadiran BRIN di lingkungan FP3 menjadi momentum strategis untuk mempertemukan potensi akademik perguruan tinggi dengan kapasitas riset nasional. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, tetapi juga menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah dan pengembangan sektor agrokompleks.

Perwakilan BRIN, Dr. Nandari Dyah Suretno, S.Pt., M.Si., menyampaikan bahwa BRIN telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam penguatan riset dan inovasi di bidang reproduksi serta pakan ternak sapi pejantan. Kerja sama tersebut membuka peluang bagi perguruan tinggi di Lampung, termasuk UNU Lampung, untuk terlibat dalam kegiatan penelitian yang berorientasi pada pengembangan teknologi, peningkatan produktivitas, dan penguatan sistem peternakan. Peluang ini menjadi penting mengingat pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan membutuhkan dukungan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kolaborasi lintas institusi.

Selain membuka peluang kolaborasi penelitian bagi dosen, BRIN juga memperkenalkan sejumlah skema program magang yang dapat diakses mahasiswa. Skema pertama adalah magang riset dan nonriset, yang dapat dikonversi hingga 20 SKS dengan durasi pelaksanaan selama satu semester atau enam bulan. Program ini dilaksanakan pada awal semester ganjil maupun genap dan mengharuskan mahasiswa untuk sementara waktu menetap di lingkungan BRIN selama mengikuti kegiatan. Skema ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar di luar kampus, mengenal lingkungan kerja profesional, serta mengembangkan kompetensi sesuai bidang keilmuan.

Skema kedua adalah magang riset tugas akhir yang diperuntukkan bagi mahasiswa jenjang sarjana (S1), magister (S2), dan doktor (S3). Melalui program ini, peneliti BRIN dapat berperan sebagai pembimbing pertama maupun kedua dalam pelaksanaan penelitian tugas akhir mahasiswa. Pendaftaran program magang riset tugas akhir dibuka setiap tiga bulan sekali, sehingga memberikan alternatif bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian akademiknya melalui pendampingan peneliti dan pemanfaatan lingkungan riset BRIN.

Dalam penjelasannya, perwakilan BRIN juga menegaskan bahwa pelaksanaan kedua skema magang tersebut perlu didahului dengan adanya nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) atau perjanjian kerja sama antara perguruan tinggi dan BRIN. Oleh karena itu, tindak lanjut kelembagaan menjadi langkah penting agar peluang magang dapat diimplementasikan secara terstruktur, memiliki dasar hukum yang jelas, serta memberikan manfaat optimal bagi mahasiswa dan institusi. Bagi UNU Lampung, hal ini membuka ruang untuk memperkuat jejaring kelembagaan sekaligus memperluas akses mahasiswa terhadap pengalaman riset di tingkat nasional.

Pada aspek pendanaan, BRIN turut menyampaikan informasi mengenai skema dukungan riset yang dapat dimanfaatkan dosen untuk mengembangkan penelitian kolaboratif, salah satunya melalui program pendanaan Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM). Informasi mengenai berbagai layanan dan skema pendanaan tersebut dapat diakses melalui E-Layanan Sains (ELSA) BRIN. Kesempatan ini menjadi relevan bagi dosen FP3 UNU Lampung untuk mengembangkan proposal penelitian bersama peneliti BRIN, memperluas jejaring kolaborasi, serta meningkatkan peluang memperoleh dukungan pendanaan bagi riset yang berorientasi pada pemecahan persoalan nyata di sektor pertanian, perikanan, dan peternakan.

Kunjungan BRIN ini diharapkan menjadi langkah awal bagi FP3 UNU Lampung untuk menindaklanjuti peluang kerja sama melalui penguatan komunikasi kelembagaan, penjajakan agenda riset bersama, pengembangan program magang mahasiswa, dan pemetaan skema pendanaan yang sesuai dengan fokus keilmuan fakultas. Sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset nasional, dan pemerintah daerah merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem riset yang produktif dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar kunjungan, pertemuan ini membuka jalan bagi FP3 UNU Lampung untuk menghubungkan ruang akademik dengan ekosistem riset nasional—karena inovasi pertanian, perikanan, dan peternakan yang berdampak tidak lahir dari kerja sendiri, melainkan dari kolaborasi yang nyata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *